Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Pemuda Dalam Ekonomi Distrupsion Dalam Ekonomi Pembangunan

Pemuda Dalam Ekonomi Distrupsion Dalam Ekonomi Pembangunan 71 tahun lalu sejak jaman pemerinahan Ir. Soekarno atau era proklamasi, diwarnai dengan perjuanagn kaum pemuda untuk terlibat aktif dalam agenda pembangunan dan mempertahankan kejayaan NKRI melalui seluruh lini. Himpunan Mahasiswa islam yang lahir pada 1947 dan merupakan organisasi kader intelektual muslim, berjuang dan angkat senjata untuk melawan agresi Belanda pada tahun 1947. Bersama Tentara Nasional Indonesia dan Tokoh agama untuk menjaga dan mempertahankan Pancasila. Peristiwa ini yang kemudian menjadi sejarah, yang semagatnya harus di teruskan agar kader HMI tidak kehilangan jati dirinya. Namun pada era Digital ini pemuda tidak perlu berjuang dengan menganngkat senjata lagi, bukan lagi penjajahan secara fisik yang dialamai bangsa ini, namun lebih pada perang terhadap ide dan penguasaan teknologi.   seharusnya lebih tanggap dan resposif dalam melihat peluang dan tantangan jaman moderen yang di penuhi den...

Senja Yang Tertawa

"Senja Yang Tertawa" Sore saat Jamal termenung di lantai tertinggi gedung warna putih 29 lantai . Di perhatikannya sekitar, melenguh, kemudian terjaga lagi sambi menghisap rokok kretek terakhir miliknya. Dipusatkannya kembali matanya pada gedung gedung pencakar langit yang berderet-deret seperti pasukan rayap yang bertubuh metalik dam menyilaukan mata.  Fikiranya terus menerawang jauh, jauh, jauh sampai dia lupa untuk kembali ke fikiran semula. tersesat dan kedinginan di sudut gelap bersama gembel-gembel yang di bawah lorong got kota dan bau busuk yang menyengat, hingga membuat sakit kepala. Di hisapnya kembali rokok kretek yang tinggal setengah itu, percikan api dan abu terbang-terbang di terpa angin. asap asap kendaraan membubmbung di lagit kota sore itu, dari tempat duduk terlihat seperti kabut, namun tak segar sama sekali hanya membuat sesak.  Jamal bangit dari duduk, menggeser posisi duduk ke arah mata hari terbenam. Fikirannya menerawang lagi, m...